Penggunaan hanya 5 persen kantong plastik itu

Penggunaan
kantong plastik pada saat ini sangat banyak digunakan hingga melampaui batas,
karena sangat banyak orang yang tidak memperhatikan lingkungan dengan
menggunakan kantong plastik tersebut secara terus-menerus yang menyebabkan
banyak limbah plastik yang tidak dapat terurai. Hasil dari data Jambeck
menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara kedua penghasil limbah plastik
terbesar, yaitu dengan menghasilkan 187,2 ton sampah plastik pertahunmencemnya.
Lebih dari sepuluh juta kantong plastik digunakan setiap harinya. Dan hanya 5
persen kantong plastik itu digunakan berulang-ulang atau pun di daur ulang.
Sehingga Pemerintah mengeluarkan kebijakan kantong plastik berbayar dengan
tujuan untuk mengurangi pemakaian kantong plastik. Kebijakan Pemerintah dan
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) memberlakukan untuk diet kantong
plastik atau kantong plastik berbayar. Dengan Rp.200,- konsumen diharuskan
membayar untuk satu kantong plastik.

            Dalam penerapannya, kita sebagai rakyat yang peduli
terhadap lingkungan seharusnya mendukung dan memberlakukan hal tersebut. Oleh
karena itu, kita hendaknya menerapkan 3R yaitu Reuse, Reduce, Recycle dalam
menangani sampah plastik. Contohnya, kita dapat menggunakan barang bekas
yang wadahnya dapat digunakan lagi, saat berbelanja kita dapat menggunakan
kantong plastik bekas, mengurangi penggunaan bahan yang sekali pakai, dan
menggunakan produk atau kemasan yang dapat
didaur ulang dan mudah terurai. namun kita juga dapat membawa kantong berbahan
dari rumah karena dengan membawa kantong tersebut kita dapat menggunkannya
hingga beberapa lama yaitu kurang lebih satu-dua tahun atau lebih tergantung
pemakaian kita sehari-hari. saat ini, di berbagai minimarket seperti Alfamart,
Indomaret, dll sudah menjual kantong untuk belanja yang terbuat dari
kanvas, tetapi hingga saat ini masih sedikit dari banyak orang yang berminat
menggunakan kantong tersebut untuk berbelanja di minimarket. sebenarnya kita
tidak hanya menggunakan kantong kanvas hanya untuk berbelanja di minimarket,
tetapi kita bisa menggunakannya untuk berbelanja dimana saja.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.2  Tujuan

1.                 
Mengetahui manfaat kantong plastik berbayar

2.                 
Mengetahui dampak kantong plastik berbayar

3.                 
Mengetahui bahaya dari kantong plastik

 

1.3  Pertanyaan

1.                 
Apakah efektif dengan adanya
kebijakan kantong plastik berbayar?

2.                 
Apa dampak yang ditimbulkan
dari adanya kebijakan kantong plastik berbayar bagi masyarakat?

2.     
Isi

Indonesia
merupakan salah satu negara penghasil limbah plastik terbesar didunia. Bahaya
dari limbah plastik tersebut memberikan potensi yang sangat berbahaya bagi
lingkungan seperti mencemarkan tanah dan air tanah, plastic yang masuk kedalam
tanah dapat membunuh hewan-hewan pengurai seperti cacing, pembuangan sampah
plastic kelautan juga dapat menyebabkan hewan-hewan laut mati karena memakan
atau menelan dan terjebak ditumpukkan sampah. Tidak hanya bagi lingkungan dan
hewan saja, sampah plastik dapat berdampak terhadap kesehatan manusia seperti
terkena penyakit jamur, diare, tifus dan lain sebagainya. Kantong plastik
membutuhkan waktu sekitar 10-20 tahun agar terurai dengan sempurna atau
terdekomposisi. Saat terurai sampah akan mencemari tanah dan jika dibakar akan
mencemari udara karena proses pembakaran tersebut menghasilkan asap yang
beracun dan membahayakan kesehatan jika proses nya tidak sempurna, plastik akan
menjadi dioksin saat terurai diudara. Jika manusia sampai terhirup senyawa
tersebut dan mengendap ditubuh, senyawa ini dapat berakibat kanker dan penyakit
lainnya.

Saat
ini berbagai dunia sudah mengeluarkan peraturan larangan mengunakan kantong
berbahan plastik seperti di Kenya, California, Amerika Serikat, Inggris, Swiss,
dan Australia. Adapun negara yang memberikan denda atau kewajiban membayar
untuk kantong plastic yang digunakan seperti di Belgia, Cina, Perancis, India,
Meksiko, Skotlandia dan Denmark. Dan adapula negara yang mengkampanyekan”No Plastic Bag Day” dan Singapura
mengkampanyekan “Bring Your Own Bag”.
Oleh karena itu, saat ini pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan diet
kantong plastik atau plastik berbayar. Hal ini diperuntukkan untuk mengatasi
limbah plastik yang dihasilkan manusia setiap harinya. Kebijakan tersebut
sesuai dengan surat edaran Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor S.1230/PSLB3/2016 tentang Harga dan Mekanisme
Penerapan Kantong Plastik Berbayar yang didasari surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bernomor
S.71/Men LHK-II/2015 yang berisi tentang seluruh konsumen diwajibkan membayar
Rp.200,- sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN)  untuk setiap
kantong plastiknya diseluruh gerai modern jaringan APRINDO.

Hal ini dapat dirasakan untuk sebagian masyarakat jika
berbelanja di gerai modern karena harus mengeluarkan biaya untuk kantong
plastiknya. Tetapi ada pula yang tidak merasakan perubahan karna harga jual
yang terbilang masih murah. Hal ini dapat dikatakan kurang efektif karena hanya
diterapkan di gerai modern. Oleh sebab itu, seharusnya masyarakat menggunakan
kantong berbahan kanvas atau yang biasanya disebut eco-bag untuk dipakai
sehari-harinya, karna sudah banyak gerai modern yang menjual tas tersebut.
Karena harga yang masih produktif tetapi memiliki kualitas yang dapat digunakan
berkali-kali dan tidak menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan.

3.     
Penutup

            Jadi, dapat disimpulkan bahwa
terdapat dampak negatif dan juga positif yang terdapat pada masalah pemakaian
plastik ini. Negara-negara di dunia sudah terdapat beberapa negara yang
memberhentikan pemakaian plastik. Pemerintah Indonesia seharusnya dapat
melakukan tindakan yang tegas untuk pemakaian plastik ini karena dampak yang
ditimbulkan sangat tidak baik bagi lingkungan dan sudah mulai terlihat dampak
itu saat ini.

Penggunaan
kantong plastik pada saat ini sangat banyak digunakan hingga melampaui batas,
karena sangat banyak orang yang tidak memperhatikan lingkungan dengan
menggunakan kantong plastik tersebut secara terus-menerus yang menyebabkan
banyak limbah plastik yang tidak dapat terurai. Hasil dari data Jambeck
menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara kedua penghasil limbah plastik
terbesar, yaitu dengan menghasilkan 187,2 ton sampah plastik pertahunmencemnya.
Lebih dari sepuluh juta kantong plastik digunakan setiap harinya. Dan hanya 5
persen kantong plastik itu digunakan berulang-ulang atau pun di daur ulang.
Sehingga Pemerintah mengeluarkan kebijakan kantong plastik berbayar dengan
tujuan untuk mengurangi pemakaian kantong plastik. Kebijakan Pemerintah dan
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) memberlakukan untuk diet kantong
plastik atau kantong plastik berbayar. Dengan Rp.200,- konsumen diharuskan
membayar untuk satu kantong plastik.

            Dalam penerapannya, kita sebagai rakyat yang peduli
terhadap lingkungan seharusnya mendukung dan memberlakukan hal tersebut. Oleh
karena itu, kita hendaknya menerapkan 3R yaitu Reuse, Reduce, Recycle dalam
menangani sampah plastik. Contohnya, kita dapat menggunakan barang bekas
yang wadahnya dapat digunakan lagi, saat berbelanja kita dapat menggunakan
kantong plastik bekas, mengurangi penggunaan bahan yang sekali pakai, dan
menggunakan produk atau kemasan yang dapat
didaur ulang dan mudah terurai. namun kita juga dapat membawa kantong berbahan
dari rumah karena dengan membawa kantong tersebut kita dapat menggunkannya
hingga beberapa lama yaitu kurang lebih satu-dua tahun atau lebih tergantung
pemakaian kita sehari-hari. saat ini, di berbagai minimarket seperti Alfamart,
Indomaret, dll sudah menjual kantong untuk belanja yang terbuat dari
kanvas, tetapi hingga saat ini masih sedikit dari banyak orang yang berminat
menggunakan kantong tersebut untuk berbelanja di minimarket. sebenarnya kita
tidak hanya menggunakan kantong kanvas hanya untuk berbelanja di minimarket,
tetapi kita bisa menggunakannya untuk berbelanja dimana saja.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.2  Tujuan

1.                 
Mengetahui manfaat kantong plastik berbayar

2.                 
Mengetahui dampak kantong plastik berbayar

3.                 
Mengetahui bahaya dari kantong plastik

 

1.3  Pertanyaan

1.                 
Apakah efektif dengan adanya
kebijakan kantong plastik berbayar?

2.                 
Apa dampak yang ditimbulkan
dari adanya kebijakan kantong plastik berbayar bagi masyarakat?

2.     
Isi

Indonesia
merupakan salah satu negara penghasil limbah plastik terbesar didunia. Bahaya
dari limbah plastik tersebut memberikan potensi yang sangat berbahaya bagi
lingkungan seperti mencemarkan tanah dan air tanah, plastic yang masuk kedalam
tanah dapat membunuh hewan-hewan pengurai seperti cacing, pembuangan sampah
plastic kelautan juga dapat menyebabkan hewan-hewan laut mati karena memakan
atau menelan dan terjebak ditumpukkan sampah. Tidak hanya bagi lingkungan dan
hewan saja, sampah plastik dapat berdampak terhadap kesehatan manusia seperti
terkena penyakit jamur, diare, tifus dan lain sebagainya. Kantong plastik
membutuhkan waktu sekitar 10-20 tahun agar terurai dengan sempurna atau
terdekomposisi. Saat terurai sampah akan mencemari tanah dan jika dibakar akan
mencemari udara karena proses pembakaran tersebut menghasilkan asap yang
beracun dan membahayakan kesehatan jika proses nya tidak sempurna, plastik akan
menjadi dioksin saat terurai diudara. Jika manusia sampai terhirup senyawa
tersebut dan mengendap ditubuh, senyawa ini dapat berakibat kanker dan penyakit
lainnya.

Saat
ini berbagai dunia sudah mengeluarkan peraturan larangan mengunakan kantong
berbahan plastik seperti di Kenya, California, Amerika Serikat, Inggris, Swiss,
dan Australia. Adapun negara yang memberikan denda atau kewajiban membayar
untuk kantong plastic yang digunakan seperti di Belgia, Cina, Perancis, India,
Meksiko, Skotlandia dan Denmark. Dan adapula negara yang mengkampanyekan”No Plastic Bag Day” dan Singapura
mengkampanyekan “Bring Your Own Bag”.
Oleh karena itu, saat ini pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan diet
kantong plastik atau plastik berbayar. Hal ini diperuntukkan untuk mengatasi
limbah plastik yang dihasilkan manusia setiap harinya. Kebijakan tersebut
sesuai dengan surat edaran Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor S.1230/PSLB3/2016 tentang Harga dan Mekanisme
Penerapan Kantong Plastik Berbayar yang didasari surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bernomor
S.71/Men LHK-II/2015 yang berisi tentang seluruh konsumen diwajibkan membayar
Rp.200,- sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN)  untuk setiap
kantong plastiknya diseluruh gerai modern jaringan APRINDO.

Hal ini dapat dirasakan untuk sebagian masyarakat jika
berbelanja di gerai modern karena harus mengeluarkan biaya untuk kantong
plastiknya. Tetapi ada pula yang tidak merasakan perubahan karna harga jual
yang terbilang masih murah. Hal ini dapat dikatakan kurang efektif karena hanya
diterapkan di gerai modern. Oleh sebab itu, seharusnya masyarakat menggunakan
kantong berbahan kanvas atau yang biasanya disebut eco-bag untuk dipakai
sehari-harinya, karna sudah banyak gerai modern yang menjual tas tersebut.
Karena harga yang masih produktif tetapi memiliki kualitas yang dapat digunakan
berkali-kali dan tidak menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan.

3.     
Penutup

            Jadi, dapat disimpulkan bahwa
terdapat dampak negatif dan juga positif yang terdapat pada masalah pemakaian
plastik ini. Negara-negara di dunia sudah terdapat beberapa negara yang
memberhentikan pemakaian plastik. Pemerintah Indonesia seharusnya dapat
melakukan tindakan yang tegas untuk pemakaian plastik ini karena dampak yang
ditimbulkan sangat tidak baik bagi lingkungan dan sudah mulai terlihat dampak
itu saat ini.

x

Hi!
I'm Mary!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out