Gender pria dan wanita untuk memperoleh kesempatan dan

Gender merupakan
suatu konsep kultural yang mengarah pada sikap, perilaku, dan karakteristik
yang membedakan antara pria (maskulinitas) dan wanita (feminitas), baik secara
biologis, perilaku, mentalitas, maupun sosial budaya. Gender bisa diartikan sebagai ide dan harapan
dalam arti yang luas yang bisa ditukarkan antara pria dan wanita, ide tentang
karakter dan maskulin, kemampuan, dan harapan tentang bagaimana seharusnya pria
dan wanita berperilaku dalam suatu keadaan. Ide-ide ini disosialisasikan
melalui perantara keluarga, teman, agama, dan media. Lewat perantara-perantara
ini, gender dapat terefleksikan ke dalam peran-peran, status sosial, kekuasaan
politik, dan ekonomi antara pria dan wanita. (Bruynde, ahasa, Wijermans,
Knought & Berkven, 1997 : 7).

Istilah gender sering
disalahartikan dengan istilah seks (jenis kelamin), padahal kedua istilah
tersebut memiliki konsep dan makna yang berbeda. Seks itu sendiri adalah suatu
persifatan dari karakteristik biologis yang membedakan pria dan wanita yang
bersifat mutlak dan merupakan kodrat atau ketentuan dari Tuhan.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Lalu apa itu kesetaraan? Kesetaraan
secara bahasa diartikan sebagai kondisi atau kualitas yang sama, kesepakatan
dalam kualitas atau derajat perbandingan dalam rupa, jumlah, besar, pangkat,
sifat, dan lain-lain atau suatu persamaan hak. Sedangkan kesetaraan gender adalah kesamaan
kondisi bagi pria dan wanita untuk memperoleh kesempatan dan hak-haknya agar
mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan bermasyarakat, hukum, sosial
budaya, politik, ekonomi, pendidikan, pertahanan dan keamanan nasional, serta
kesamaan dan keadilan dalam menikmati hasil pembangunan. Berbeda dengan
keadilan gender, di mana keadilan gender adalah suatu proses dan perlakuan adil
terhadap wanita maupun pria. Dengan keadilan gender berarti tidak ada pembakuan
peran, beban ganda, subordinasi, marginalisasi dan kekerasan terhadap wanita
maupun pria.

Namun dalam
pelaksanaannya di masyarakat ditemukan masih adanya ketidaksetaraan gender
antara wanita dan pria. Masih adanya diskriminasi terhadap wanita baik di
bidang pendidikan, kesehatan, maupun sosial. Kekerasan terhadap kaum wanita
yang dilakukan oleh kaum pria pun masih marak ditemukan, termasuk perdagangan
manusia dan eksploitasi seksual serta berbagai jenis eksploitasi lainnya.
Dengan mewujudkan dan menjamin partisipasi penuh dan efektif dan kesempatan yang
sama bagi perempuan untuk memimpin di semua tingkat pengambilan keputusan dalam
kehidupan politik, ekonomi, dan masyarakat. Kesetaraan dan keadilan bagi semua
kalangan baik dari kalangan wanita maupun laki-laki untuk melakukan,
memperoleh, dan diperlakukan secara sama dan adil adalah poin penting nomor
lima dari tujuan pembangunan berkelanjutan ini.

Di lain
sisi, bagaimana kesetaraan gender dipandang menurut agama? Agama Islam
khususnya, tidak mengajarkan diskriminasi terhadap satu jenis kelamin. Dalam ajaran
agama islam yang berpegang teguh kepada Al-Quran dan Hadist, diajarkan bahwa
peran serta status wanita dan pria adalah sesuai kodratnya. Namun banyak yang
menyalahartikan bahwa kodrat pria memiliki peran lebih tinggi dibanding kodrat
wanita sehingga tak jarang oknum di luar sana yang menyalahgunakannya dengan
melakukan kekerasan maupun pelecehan terhadap kaum wanita. Padahal sebenernya
sudah jelas pembagian peran beserta hak dari masing-masing wanita dan pria.
Terlebih lagi, Islam adalah agama yang ajarannya sangat memuliakan wanita. 

Gender merupakan
suatu konsep kultural yang mengarah pada sikap, perilaku, dan karakteristik
yang membedakan antara pria (maskulinitas) dan wanita (feminitas), baik secara
biologis, perilaku, mentalitas, maupun sosial budaya. Gender bisa diartikan sebagai ide dan harapan
dalam arti yang luas yang bisa ditukarkan antara pria dan wanita, ide tentang
karakter dan maskulin, kemampuan, dan harapan tentang bagaimana seharusnya pria
dan wanita berperilaku dalam suatu keadaan. Ide-ide ini disosialisasikan
melalui perantara keluarga, teman, agama, dan media. Lewat perantara-perantara
ini, gender dapat terefleksikan ke dalam peran-peran, status sosial, kekuasaan
politik, dan ekonomi antara pria dan wanita. (Bruynde, ahasa, Wijermans,
Knought & Berkven, 1997 : 7).

Istilah gender sering
disalahartikan dengan istilah seks (jenis kelamin), padahal kedua istilah
tersebut memiliki konsep dan makna yang berbeda. Seks itu sendiri adalah suatu
persifatan dari karakteristik biologis yang membedakan pria dan wanita yang
bersifat mutlak dan merupakan kodrat atau ketentuan dari Tuhan.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Lalu apa itu kesetaraan? Kesetaraan
secara bahasa diartikan sebagai kondisi atau kualitas yang sama, kesepakatan
dalam kualitas atau derajat perbandingan dalam rupa, jumlah, besar, pangkat,
sifat, dan lain-lain atau suatu persamaan hak. Sedangkan kesetaraan gender adalah kesamaan
kondisi bagi pria dan wanita untuk memperoleh kesempatan dan hak-haknya agar
mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan bermasyarakat, hukum, sosial
budaya, politik, ekonomi, pendidikan, pertahanan dan keamanan nasional, serta
kesamaan dan keadilan dalam menikmati hasil pembangunan. Berbeda dengan
keadilan gender, di mana keadilan gender adalah suatu proses dan perlakuan adil
terhadap wanita maupun pria. Dengan keadilan gender berarti tidak ada pembakuan
peran, beban ganda, subordinasi, marginalisasi dan kekerasan terhadap wanita
maupun pria.

Namun dalam
pelaksanaannya di masyarakat ditemukan masih adanya ketidaksetaraan gender
antara wanita dan pria. Masih adanya diskriminasi terhadap wanita baik di
bidang pendidikan, kesehatan, maupun sosial. Kekerasan terhadap kaum wanita
yang dilakukan oleh kaum pria pun masih marak ditemukan, termasuk perdagangan
manusia dan eksploitasi seksual serta berbagai jenis eksploitasi lainnya.
Dengan mewujudkan dan menjamin partisipasi penuh dan efektif dan kesempatan yang
sama bagi perempuan untuk memimpin di semua tingkat pengambilan keputusan dalam
kehidupan politik, ekonomi, dan masyarakat. Kesetaraan dan keadilan bagi semua
kalangan baik dari kalangan wanita maupun laki-laki untuk melakukan,
memperoleh, dan diperlakukan secara sama dan adil adalah poin penting nomor
lima dari tujuan pembangunan berkelanjutan ini.

Di lain
sisi, bagaimana kesetaraan gender dipandang menurut agama? Agama Islam
khususnya, tidak mengajarkan diskriminasi terhadap satu jenis kelamin. Dalam ajaran
agama islam yang berpegang teguh kepada Al-Quran dan Hadist, diajarkan bahwa
peran serta status wanita dan pria adalah sesuai kodratnya. Namun banyak yang
menyalahartikan bahwa kodrat pria memiliki peran lebih tinggi dibanding kodrat
wanita sehingga tak jarang oknum di luar sana yang menyalahgunakannya dengan
melakukan kekerasan maupun pelecehan terhadap kaum wanita. Padahal sebenernya
sudah jelas pembagian peran beserta hak dari masing-masing wanita dan pria.
Terlebih lagi, Islam adalah agama yang ajarannya sangat memuliakan wanita. 

x

Hi!
I'm Mary!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out