Dalam dilihat, ditulis, dan dibaca, sedangkan simbol

Dalam
berkomunikasi sudah pasti kita memerlukan sebuah bahasa. Bahasa adalah sebauh alat
untuk menghuhubungkan atau alat yang digunakan untuk berkomunikasi antara
anggota masyarakat satu dengan yang lainnya yang terdiri atas berbagai individu
yang menyatakan pikiran, perasaan, dan keinginan mereka. Bahasa juga berguna untuk
mentransfer berbagai ide maupun informasi. Bahasa juga meiliki simbol visual
maupun simbol verbal. Simbol visual tersebut bisa dilihat, ditulis, dan dibaca,
sedangkan simbol verbal yaitu simbol bisa diucapkan dan didengar. (Badudu,
1989; Bromley, 1992)

Sebuah
bahasa semakin lama akan semakin berkembang, salah satunya juga bahasa
Indonesia. Berkembangnya bahasa Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh
perkembangan dari ilmu pengetahuan dan juga teknologi. Selain karena dua hal
tersebut, ada juga pengaruh dari bahasa daerah yang turut mendorong
berkembangnya bahasa Indonesia. Bahasa derah yang tersebar di Indonesia mengalami
penyerapan kosakata. Selain bahasa derah yang mengalami penyerapan ada pula bahasa
asing yang diserap kedalam bahasa Indonesia salah satunya bahasa Inggris dan
bahasa Arab. Semua pengaruh tersebut turut mempercepat proses penyempurnaan
bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi bangsa Indonesia, tanpa kehilangan
indentitasnya sebagai suatu bahasa.

Selain
berdampak postif ternyata penyerapan bahasa daerah maupun bahasa asing juga
mepunyai dampak negative, salah satu dampak negative dari penyerapan bahasa tersebut
menyebabkan terjadi peristiwa pencampuraduk anatara bahasa Indonesia dengan
bahasa asing atau bahasa Indonesia dengan bahasa daerah. Hal tersebut termasuk
kedalam kesalahan berbahasa.kesalahan berbahasa bukan hanya terjadi lewat
ujaran namun juga bisa melalui tulisan, salah satunya melalui tulisan yang ada
di media luar ruangan.

Analisis
kesalahan berbahasa adalah analisis kesalahan dalam penggunaan bahasa oleh
pemakai bahasa. Kesalahan berbahasa ada beberapa bidang diantaranya adalah
bidang fonologi, bidang morfologi, dan bidang sintaksis. Kesalahan dalam bidang
fonologi adalah kesalahan yang berhubungan dengan pelafalan dan penulisan bunyi
bahasa (Pateda dalam Markhamah, 2010:69). Sedangkan menurut Crystal (dalam
Markhamah dan Sabardila, 2010:54) analisis kesalahan berbahasa adalah sebuah teknik
untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan sebuah
kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik yang sedang mempelajari bahasa
asing atau bahasa kedua dengan menggunakan prosedur linguistik yang dilakukan secara
tersusun atau sistematik. Secara umum kesalahan berbahasa merupakan sisi cacat
pada suatu ujaran atau tulisan seorang pelajar.

Menurut
pendapat para ahli yang telah di sampaikan di atas, maka peneliti menarik
kesimpulan bahwa analisis kesalahan berbahasa merupakan sebuah analisis dari
penggunaan bahasa yang digunakan oleh seorang pemakai bahasa. Analisis tersebut
dilakuakan karena pemakai bahasa sedang mempelajari bahasa asing atau bahasa
kedua, analisis kesalahan bahasa juga menggunakan prosedur dari ilmu linguistic
dengan cara yang sistematik. Analisis kesalahan berbahasa meiliki tujuan tradisional
sangat praktis. Tujuannya adalah sebagai umpan balik demi kepentingan
penyusunan materi pembelajaran bahasa (Parera, 1997:141).

Penelitian
ini dikuatkan dengan adanya penelitian sebelumnya, diantaranya adalah
penelitian yang dilakukan oleh Ratna Susanti dan Dewi Agustini (2016) yang
berjudul “Analisis Kesalahan Berbahasa
pada Penulisan Iklan Luar Ruangan di Kota Surakarta”. Pada penelitian milik
mereka, mereka lebih focus pada diksi dan juga ejaan dalam bahasa Indonesia. Setyo
Purwaningsih (2016) melakukan penelitain yang berjudul “Kesalahan Berbahasa Bidang Fonologi dan Morfologi dalam Penulisan Surat
Dinas di SMK Harapan Kartasura” memaparkan temuan di bidang fonologi berupa
kesalahan penggunaan huruf capital, kesalahan penggunaan lambang bilangan,
kesalahan penggunaan huruf miring, kesalahan penggunaan unsur serapan dan
kesalahan penulisan fonem. Sedangkan untuk bagian morfologi Setyo Purwaningsih
memaparkan temuan berupa kesalahan afiksasi, kesalahan penggunaan kata depan,
kesalahan karena bunyi yang seharusnya luluh tidak diluluhkan. Sedangkan Cahyo
Hasanudin (2017) juga sama menulis sebuah penelitian yang berjudul “Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Penulisan
Media Luar Ruangan di Kabupaten Bojonegoro” memaparkan tentang kesalahan
media luar ruangan meliputi kesalahan tanda baca, kesalahan pada huruf,
singkatan, akronim dan juga unsur asing. Hasil penelitian ini ditemukan .

Berdasarkan
permasalahan di atas, dilakukan penelitian dengan judul Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Penulisan Media Luar Ruangan Dalam
Tataran Fonologi dan Morfologi. penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan kesalahan dalam media luar ruangan seperti iklan, banner, papan
reklame dan lain sebagainya dalam perubahan fonem vocal, perubahan fonem konsonan,
perubahan  pada iklan, banner, papan
reklame dan lain sebagainya sehingga kita dapat mempelajari dan juga mengetahui
penulisan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

x

Hi!
I'm Mary!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out