Bahan yang dipilih Cainabel untuk pembuatan pakaiannya : a.

Bahan yang dipilih
Cainabel untuk pembuatan pakaiannya :

a.        
Kaos menggunakan bahan cotton combed, sehingga nyaman dipakai, dan tidak
mudah luntur.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

b.        
Jaket / hoodie menggunakan bahan cotton fleece sehingga jika dipakai saat
berkeringat, bahan tersebut tidak menempel di kulit.

 

Selain desain yang beragam, terdapat ukuran yang bermacam-macam pula seperti :

–           
S

–           
M

–           
L

Jenis produk tersebut 3
jenis :

1.        
Kaos lengan pendek

2.        
Kaos lengan panjang

3.        
Jaket / Hoodie

     Harga pada produk tersebut berkisar :

1.        
Kaos lengan pendek = Rp 90.000

2.        
Kaos lengan panjang = Rp 120.000

3.        
Jaket / hoodie = Rp 175.000

 

       Untuk
menjadi reseller pakaian kita wajib tahu mengenai bahan, desain atau model yang
disukai oleh konsumen. Selain itu, kita juga harus pintar dalam memilih sasaran
pasar yang tepat sesuai dengan pakaian yang kita jual. Sehingga akan banyak
konsumen yang membeli produk kita dan menjadi konsumen tetap.

3.3         
 Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan
oleh Cainabel adalah teknik observasi partisipan karena ikut terlibat aktif
dalam penjualan, ide, saran produk kepada distributor (Cainabel).

3.4         
 Hasil dari strategi

–         
Target pemasaran bertambah luas

–         
Pemasaran pada produk Cainabel
memberikan keuntungan untuk reseller.

3.5         
 Segmen
pasar yang digunakan

Dari beberapa segmen pasar yang ada, segmen pasar yang akan digunakan oleh
Cainabel :

a.   
Pemasaran
Serbasama

Reseller mengikuti keseluruhan pasar dalam merancang produk dengan
distribusi dan promosi massal untuk memperbanyak jumlah pembeli.

Akan tetapi,
segmen ini tidak tepat untuk reseller karena harus memperhatikan konsumen
mengenai produk yang ditawarkan apakah sesuai atau tidak.

 

b.   
Pemasaran
Serbaaneka

Untuk setiap segmen pasar, reseller harus menawarkan atau membuat strategi
pemasaran pada setiap produk yang ada.

Akan tetapi,
segmen ini tidak tepat dengan reseller karena reseller tidak perlu merancang
program sendiri.

 

c.    
Pemasaran
Terpusat

Reseller mencari peluang ketiga, yaitu mencari pangsa pasar besar dalam satu
atau beberapa subpasar.

Untuk segmen ini
tidak tepat bagi reseller karena langsung mencari pangsa besar dalam beberapa
subpasar tersebut.

 

d.   
Konsentrasi
pada segmen tunggal

Segmen ini memberikan kesempatan pada reseller untuk berkonsentrasi pada
satu segmen saja, serta untuk reseller yang memiliki dana terbatas.

Dalam seleksi segmen pasar yang paling tepat digunakan reseller adalah
konsentrasi pada segmen tunggal, karena segmen ini merupakan landasan untuk
ekspansi ke segmen lain.

 

e.      
Spesialisasi
selektif

Reseller memilih beberapa segmen dimana setiap segmen yang secara objektif
menarik dan sesuai bagi tujuan reseller.

Segmen ini
memiliki kelebihan dibanding segmen tunggal dalam penyebaran risiko, namun
reseller perlu berhati-hati dalam memilih segmen ini karena reseller harus
pandai dalam berbisnis.

 

f.       
Spesialisasi
produk

Pada segmen ini reseller membuat produk tertentu yang akan dijual kepada
berbagai macam kelompok pelanggan.

Segmen ini tidak
digunakan karena reseller hanya sebagai penjual produk bukan sebagai pembuat
produk.

 

g.     
Spesialisasi
pasar

Reseller harus melayani berbagai kebutuhan dari tiap kelompok pelanggan
tertentu, sehingga reseller memiliki reputasi kuat karena mengkhususkan dalam
melayani produk kepada kelompok pelanggan tertentu.

Segmen ini tidak tepat karena reseller hanya menjual produk tertentu dan
memasarkan kepada pelanggan tertentu.

 

h.     
Peliputan
pasar secara penuh

Pada segmen ini reseller melayani semua kelompok pelanggan dengan produk
yang ada yang dibutuhkan oleh kelompok tersebut.

Akan tetapi, segmen ini kurang tepat digunakan oleh reseller karena
reseller tidak dapat memenuhi semua kebutuhan produk yang diinginnya pada
setiap kelompok pelanggan.

 

Dari pembahasan segmen pasar diatas, segmen yang tepat digunakan oleh
reseller adalah konsentrasi pada segmen tunggal, dimana dengan modal yang
terbatas reseller dapat menjual produk Cainabel pada segmen tunggal, dan segmen
ini akan menjadi acuan untuk ekspansi ke segmen lain.

3.6         
 Sasaran pasar

Pemasaran produk Cainabel ini
ditargetkan untuk kalangan remaja atau muda-mudi terutama yang
berada di gereja. Produk ini diproduksi sebanyak 100 buah
kaos sekaligus, sehingga reseller menargetkan akan laku dijual sebanyak 10
kaos. Jika harga kaos sebesar Rp 90.000. Keuntungan yang akan didapat reseller Rp 900.000.

Selain untuk kalangan muda-mudi, reseller juga akan lebih giat
mempromosikan Cainabel melalui media sosial serta forum jual beli.

3.7    Target Sasaran Bisnis

c.   
Jangka pendek

Reseller akan mengenalkan produk
kepada konsumen maupun pasar, serta berusaha untuk mendapatkan pelanggan baru.

d.   
Jangka menengah

Reseller akan melakukan evaluasi
atau perbaikan, dan peningkatan dalam pelayanan kepada konsumen.

e.   
Jangka panjang

Reseller akan bekerjasama dengan
Cainabel untuk memproduksi pakaian sesuai dengan permintaan pasar.

 

BAB I            
 KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

Pada produk Cainabel, reseller dapat
mengetahui mengenai kekuatan produk pada desainnya yang menarik, kelemahannya
yaitu kurangnya promosi produk, peluang pada produk ini karena banyak konsumen
yang membutuhkan pakaian, serta ancaman yang dihadapi adalah pesaing yang sudah
ada lebih dulu.

Dengan adanya strategi pemasaran yang
tepat, reseller dapat meningkatkan penjualan produk Cainabel sesuai dengan
target pasar yang telah ditentukan. Selain itu, dapat membantu reseller untuk
mempelajari produk Cainabel dan menetapkan sasaran pasar lebih luas seperti
melalui media sosial dan forum jual beli. 

BAB II         
REFERENSI

Soegoto, S.A, 2014, Entrepreneurship
Menjadi Pebisnis Ulung, Edisi Revisi, Jakarta : Elexmedia
Komputindo.

Irawan, Faried, Wijaya dan M.N. Sudjoni, 1998, Pemasaran
Prinsip dan Kasus, Edisi 2, Yogyakarta : BPFE Yogyakarta.

Usman, Husaini, 1996, Metodologi Peneliitan Sosial, Jakarta : Bumi Aksara.

Widi, R.K, 2010, Asas Metodologi
Penelitian, Jogjakarta : Graha Ilmu.

Diniaty, D., & Agusrinal, 2014,  “Perancangan Strategi Pemasaran pada Produk
Anyaman Pandan. Jurnal Sains, Teknologi, dan Industri.

Bahan yang dipilih
Cainabel untuk pembuatan pakaiannya :

a.        
Kaos menggunakan bahan cotton combed, sehingga nyaman dipakai, dan tidak
mudah luntur.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

b.        
Jaket / hoodie menggunakan bahan cotton fleece sehingga jika dipakai saat
berkeringat, bahan tersebut tidak menempel di kulit.

 

Selain desain yang beragam, terdapat ukuran yang bermacam-macam pula seperti :

–           
S

–           
M

–           
L

Jenis produk tersebut 3
jenis :

1.        
Kaos lengan pendek

2.        
Kaos lengan panjang

3.        
Jaket / Hoodie

     Harga pada produk tersebut berkisar :

1.        
Kaos lengan pendek = Rp 90.000

2.        
Kaos lengan panjang = Rp 120.000

3.        
Jaket / hoodie = Rp 175.000

 

       Untuk
menjadi reseller pakaian kita wajib tahu mengenai bahan, desain atau model yang
disukai oleh konsumen. Selain itu, kita juga harus pintar dalam memilih sasaran
pasar yang tepat sesuai dengan pakaian yang kita jual. Sehingga akan banyak
konsumen yang membeli produk kita dan menjadi konsumen tetap.

3.3         
 Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan
oleh Cainabel adalah teknik observasi partisipan karena ikut terlibat aktif
dalam penjualan, ide, saran produk kepada distributor (Cainabel).

3.4         
 Hasil dari strategi

–         
Target pemasaran bertambah luas

–         
Pemasaran pada produk Cainabel
memberikan keuntungan untuk reseller.

3.5         
 Segmen
pasar yang digunakan

Dari beberapa segmen pasar yang ada, segmen pasar yang akan digunakan oleh
Cainabel :

a.   
Pemasaran
Serbasama

Reseller mengikuti keseluruhan pasar dalam merancang produk dengan
distribusi dan promosi massal untuk memperbanyak jumlah pembeli.

Akan tetapi,
segmen ini tidak tepat untuk reseller karena harus memperhatikan konsumen
mengenai produk yang ditawarkan apakah sesuai atau tidak.

 

b.   
Pemasaran
Serbaaneka

Untuk setiap segmen pasar, reseller harus menawarkan atau membuat strategi
pemasaran pada setiap produk yang ada.

Akan tetapi,
segmen ini tidak tepat dengan reseller karena reseller tidak perlu merancang
program sendiri.

 

c.    
Pemasaran
Terpusat

Reseller mencari peluang ketiga, yaitu mencari pangsa pasar besar dalam satu
atau beberapa subpasar.

Untuk segmen ini
tidak tepat bagi reseller karena langsung mencari pangsa besar dalam beberapa
subpasar tersebut.

 

d.   
Konsentrasi
pada segmen tunggal

Segmen ini memberikan kesempatan pada reseller untuk berkonsentrasi pada
satu segmen saja, serta untuk reseller yang memiliki dana terbatas.

Dalam seleksi segmen pasar yang paling tepat digunakan reseller adalah
konsentrasi pada segmen tunggal, karena segmen ini merupakan landasan untuk
ekspansi ke segmen lain.

 

e.      
Spesialisasi
selektif

Reseller memilih beberapa segmen dimana setiap segmen yang secara objektif
menarik dan sesuai bagi tujuan reseller.

Segmen ini
memiliki kelebihan dibanding segmen tunggal dalam penyebaran risiko, namun
reseller perlu berhati-hati dalam memilih segmen ini karena reseller harus
pandai dalam berbisnis.

 

f.       
Spesialisasi
produk

Pada segmen ini reseller membuat produk tertentu yang akan dijual kepada
berbagai macam kelompok pelanggan.

Segmen ini tidak
digunakan karena reseller hanya sebagai penjual produk bukan sebagai pembuat
produk.

 

g.     
Spesialisasi
pasar

Reseller harus melayani berbagai kebutuhan dari tiap kelompok pelanggan
tertentu, sehingga reseller memiliki reputasi kuat karena mengkhususkan dalam
melayani produk kepada kelompok pelanggan tertentu.

Segmen ini tidak tepat karena reseller hanya menjual produk tertentu dan
memasarkan kepada pelanggan tertentu.

 

h.     
Peliputan
pasar secara penuh

Pada segmen ini reseller melayani semua kelompok pelanggan dengan produk
yang ada yang dibutuhkan oleh kelompok tersebut.

Akan tetapi, segmen ini kurang tepat digunakan oleh reseller karena
reseller tidak dapat memenuhi semua kebutuhan produk yang diinginnya pada
setiap kelompok pelanggan.

 

Dari pembahasan segmen pasar diatas, segmen yang tepat digunakan oleh
reseller adalah konsentrasi pada segmen tunggal, dimana dengan modal yang
terbatas reseller dapat menjual produk Cainabel pada segmen tunggal, dan segmen
ini akan menjadi acuan untuk ekspansi ke segmen lain.

3.6         
 Sasaran pasar

Pemasaran produk Cainabel ini
ditargetkan untuk kalangan remaja atau muda-mudi terutama yang
berada di gereja. Produk ini diproduksi sebanyak 100 buah
kaos sekaligus, sehingga reseller menargetkan akan laku dijual sebanyak 10
kaos. Jika harga kaos sebesar Rp 90.000. Keuntungan yang akan didapat reseller Rp 900.000.

Selain untuk kalangan muda-mudi, reseller juga akan lebih giat
mempromosikan Cainabel melalui media sosial serta forum jual beli.

3.7    Target Sasaran Bisnis

c.   
Jangka pendek

Reseller akan mengenalkan produk
kepada konsumen maupun pasar, serta berusaha untuk mendapatkan pelanggan baru.

d.   
Jangka menengah

Reseller akan melakukan evaluasi
atau perbaikan, dan peningkatan dalam pelayanan kepada konsumen.

e.   
Jangka panjang

Reseller akan bekerjasama dengan
Cainabel untuk memproduksi pakaian sesuai dengan permintaan pasar.

 

BAB I            
 KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

Pada produk Cainabel, reseller dapat
mengetahui mengenai kekuatan produk pada desainnya yang menarik, kelemahannya
yaitu kurangnya promosi produk, peluang pada produk ini karena banyak konsumen
yang membutuhkan pakaian, serta ancaman yang dihadapi adalah pesaing yang sudah
ada lebih dulu.

Dengan adanya strategi pemasaran yang
tepat, reseller dapat meningkatkan penjualan produk Cainabel sesuai dengan
target pasar yang telah ditentukan. Selain itu, dapat membantu reseller untuk
mempelajari produk Cainabel dan menetapkan sasaran pasar lebih luas seperti
melalui media sosial dan forum jual beli. 

BAB II         
REFERENSI

Soegoto, S.A, 2014, Entrepreneurship
Menjadi Pebisnis Ulung, Edisi Revisi, Jakarta : Elexmedia
Komputindo.

Irawan, Faried, Wijaya dan M.N. Sudjoni, 1998, Pemasaran
Prinsip dan Kasus, Edisi 2, Yogyakarta : BPFE Yogyakarta.

Usman, Husaini, 1996, Metodologi Peneliitan Sosial, Jakarta : Bumi Aksara.

Widi, R.K, 2010, Asas Metodologi
Penelitian, Jogjakarta : Graha Ilmu.

Diniaty, D., & Agusrinal, 2014,  “Perancangan Strategi Pemasaran pada Produk
Anyaman Pandan. Jurnal Sains, Teknologi, dan Industri.

x

Hi!
I'm Elaine!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out