2.1 multidimensional, kemiskinan memiliki empat (4) bentuk.

2.1 Pengetian Kemiskinan

Suparlan
(2004:315) kemiskinan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah, yaitu
adanya suatu tingkat kekurangan pada sejumlah atau segolongan orang
dibandingkan dengan standar kehidupan yang rendah ini secara langsung nampak
pengaruhnya terhadap tingkat keadaan kesehatan, kehidupan moral, dan rasa harga
diri mereka yang tergolong sebagai orang miskin.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Menurut
pengertian Suparlan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa masyarakat dapat
dikatakan miskin bila memiliki tingkat standar hidup yang rendah atau dibawah
rata-rata. Tingkat standar hidup ini tidak hanya dinilai dari keadaan ekonomi
saja, namun juga tentang keadaan keadaan kesehatan, kehidupan sosial, dan moral
masyarakat.

2.2 Bentuk dan Jenis Kemiskinan

Berdasarkan
kondisi kemiskinan yang dilihat sebagai permasalahan multidimensional,
kemiskinan memiliki empat (4) bentuk. Adapun keempat bentuk kemiskinan tersebut
adalah sebagai berikut (Suryawati, 1995) :

1.     Kemiskinan
Absolut

Kemiskinan absolut adalah kondisi ketika pendapatan
seseorang atau sekelompok orang berada di bawah garis kemiskinan sehingga
mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan standar seperti sandang, pangan,
kesehatan, perumahan, dan pendidikan yang diperlukan untuk peningkatan kualitas
hidup. Garis kemiskinan dimaksud sebagai pengeluaran rata-rata atau konsumsi
rata-rata untuk kebutuhan pokok demi memenuhi standar kesejahteraan. Bentuk
kemiskinan ini paling banyak digunakan sebagai konsep untuk menentukan kriteria
seseorang atau sekelompok orang yang disebut miskin.

2.     Kemiskinan
Relatif

Kemiskinan relatif adalah bentuk
kemiskinan yang terjadi karena adanya pengaruh kebijakan pembangunan yang belum
menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sehingga menyebabkan ketimpangan
pendapatan atau standar kesejahteraan di beberapa wilayah tertinggal.

3.     Kemiskinan
Kultural

Kemiskinan kultural adalah bentuk kemiskinan yang
terjadi karena sikap dan kebiasaan seseorang atau masyarakat yang umumnya
berasal dari budaya atau adat istiadat yang relatif tidak mau untuk memperbaiki
taraf hidup dengan cara yang lebih modern. Kebiasaan ini dapat berupa sikap
malas, pemboros, kurang kreatif, kerap bergantung pada pihak lain, dan tidak
adanya usaha untuk merubah keadaan.

4.     Kemiskinan
Struktural

Kemiskinan struktural adalah bentuk kemiskinan yang
terjadi karena rendahnya akses terhadap sumber daya yang pada umumnya terjadi
pada suatu tatanan sosial budaya ataupun sosial politik yang kurang mendukung
adanya pembebasan kemiskinan. Bentuk kemiskinan seperti ini kadang juga
bersifat diskriminatif dan paling banyak mendapat perhatian di bidang ilmu
sosial terutama di kalangan negara-negara pemberi bantuan seperti Bank Dunia,
IMF (International Monetary Fund),
dan ADB (Asian Development Bank).

            Setelah bentuk kemiskinan, dikenal
juga jenis kemiskinan berdasarkan sifatnya. Adapun kemiskinan berdasarkan
sifatnya adalah :

1.     Kemiskinan
Alamiah

Kemiskinan alamiah adalah kemiskinan yang terbentuk
karena kelangkaan sumber daya alam dan minimnya sarana umum (jalan raya,
listrik, air bersih, dan tanah yang kurang subur). Daerah-daerah dengan
karakteristik tersebut pada umumnya adalah daerah yang belum tersentuh oleh
kebijakan pembangunan yang diselenggarakan oleh pemerintah.

2.     Kemiskinan
Buatan

Kemiskinan
buatan adalah kemiskinan yang terbentuk karena modernisasi atau pembangunan
yang menyebabkan masyarakat tidak diberi kesempatan untuk menguasai sumber
daya, sarana, dan fasilitas ekonomi secara merata. Kemiskinan seperti ini
adalah dampak dari pelaksanaan pembangunan yang umumnya dijalankan di
negara-negara sedang berkembang sebagai akibat dari tekanan oleh negara-negara
maju yang menguasai perekonomian secara dominan.

2.3  Penyebab Kemiskinan di Indonesia

1.     Pendidikan
yang Tidak Berkualitas

Banyak negara-negara di dunia hanya terfokus kepada kuantitas
pendidikan saja. Pembangunan sekolah-sekolah diperbanyak di pelosok negeri,
seperti yang dilakukan oleh Indonesia. Namun, ada hal yang banyak tidak
disadari oleh masyarakat bahwa banyaknya sekolah yang tidak diimbangi dengan
kualitas sekolah itu sendiri justru akan menambah lagi sebuah masalah baru yang
tidak ada habisnya.

 Gedung-gedung
sekolah dibangun namun tidak dilengkapi dengan gedung perpustakaan, kualitas
guru yang memadai, dan kurikulum yang tepat. Sekolah-sekolah di Indonesia hanya
dijadikan sebagai pembuktian janji dari pemerintah. Bukan ajang mencari ilmu
dan menemukan bakat siswa. Hal tersebut merupakan sebuah fakta dan realita yang
ada dalam masyarakat. Kemiskinan merupakan sebuah lingkaran yeng terus
berputar-putar dalam kehidupan masyarakat. Salah satu peluang terbesar untuk
keluar dari kemiskinan itu sendiri adalah pendidikan yang berkualitas.

2.     Lapangan
Kerja yang Tidak Memadai

Mengingat pendidikan yang rendah dan keterampilan
yang kurang mumpuni, masyarakat akan sulit mendapatkan  pekerjaan. Masyarakat yang tidak memperoleh
pendidikan yang layak biasanya akan sangat kesulitan untuk dapat masuk ke dunia
kerja serta menghadapi persaingan yang ketat dan sulit apalagi di era
globalisasi saat ini. Jika masyarakat tidak memiliki pekerjaan maka akan sulit
memenuhi kebutuhan sehari-hari dari sinilah kemiskinan akan berasal.

3.     Jumlah
Penduduk yang Sangat Banyak

Adanya perspektif dalam masyarakat
Indonesia bahwa banyak anak banyak rejeki merupakan sebuah pemikiran yang ambigu
dan tidak dapat dibenarkan. Jika dalam suatu keluarga hanya cukup membiayai
anak sebanyak dua saja namun ternayata keluarga tersebut memiliki tujuh orang
anak. Hal seperti inilah yang dapat membuat keluarga terjerat dalam kemiskinan
karena ketidaksanggupan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

4.     Pernikahan
Usia Dini

Budaya Indonesia yang masih memegang erat adat
istiadat tradisional memang mengharuskan sebagian besar masyarakatnya untuk
melangsungkan pernikahan pada usia muda, hal ini dapat menimbulkan kemiskinan.
Pernikahan di usia dini dapat memberatkan keluarga dari masing-masing pihak, karena
masing-masing dari pasangan yang menikah muda ini masih belum dapat bekerja
dengan tetap dan mapan untuk membangun sebuah keluarga.

5.     Kebudayaan
Dan Etnik

Di kehidupan masyarakat yang umumnya berada di
pedesaan kadang terdapat tradisi yang seharusnya mulai di hilangkan demi
peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Misalnya, pola hidup
konsumtif pada petani dan nelayan ketika panen raya, serta adat istiadat yang
konsumtif saat upacara adat atau keagamaan.

6.     Bencana
Alam

Bencana alam juga merupakan salah satu faktor adanya
kemiskinan. Negara yang sudah mulai melakukan pembangunan akan sangat kesulitan
jika tiba-tiba ada benca alam yang melanda tempat mereka. Kemarau panjang juga
merupakan salah satu bentuk bencana alam yang dapat mmebuat masyarakt mengalami
kesulitan pangan. Apalagi bila masyarakat tidak memiliki kemampuan bertani
untuk beradaptasi sesuai dengan musim.

2.1 Pengetian Kemiskinan

Suparlan
(2004:315) kemiskinan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah, yaitu
adanya suatu tingkat kekurangan pada sejumlah atau segolongan orang
dibandingkan dengan standar kehidupan yang rendah ini secara langsung nampak
pengaruhnya terhadap tingkat keadaan kesehatan, kehidupan moral, dan rasa harga
diri mereka yang tergolong sebagai orang miskin.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Menurut
pengertian Suparlan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa masyarakat dapat
dikatakan miskin bila memiliki tingkat standar hidup yang rendah atau dibawah
rata-rata. Tingkat standar hidup ini tidak hanya dinilai dari keadaan ekonomi
saja, namun juga tentang keadaan keadaan kesehatan, kehidupan sosial, dan moral
masyarakat.

2.2 Bentuk dan Jenis Kemiskinan

Berdasarkan
kondisi kemiskinan yang dilihat sebagai permasalahan multidimensional,
kemiskinan memiliki empat (4) bentuk. Adapun keempat bentuk kemiskinan tersebut
adalah sebagai berikut (Suryawati, 1995) :

1.     Kemiskinan
Absolut

Kemiskinan absolut adalah kondisi ketika pendapatan
seseorang atau sekelompok orang berada di bawah garis kemiskinan sehingga
mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan standar seperti sandang, pangan,
kesehatan, perumahan, dan pendidikan yang diperlukan untuk peningkatan kualitas
hidup. Garis kemiskinan dimaksud sebagai pengeluaran rata-rata atau konsumsi
rata-rata untuk kebutuhan pokok demi memenuhi standar kesejahteraan. Bentuk
kemiskinan ini paling banyak digunakan sebagai konsep untuk menentukan kriteria
seseorang atau sekelompok orang yang disebut miskin.

2.     Kemiskinan
Relatif

Kemiskinan relatif adalah bentuk
kemiskinan yang terjadi karena adanya pengaruh kebijakan pembangunan yang belum
menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sehingga menyebabkan ketimpangan
pendapatan atau standar kesejahteraan di beberapa wilayah tertinggal.

3.     Kemiskinan
Kultural

Kemiskinan kultural adalah bentuk kemiskinan yang
terjadi karena sikap dan kebiasaan seseorang atau masyarakat yang umumnya
berasal dari budaya atau adat istiadat yang relatif tidak mau untuk memperbaiki
taraf hidup dengan cara yang lebih modern. Kebiasaan ini dapat berupa sikap
malas, pemboros, kurang kreatif, kerap bergantung pada pihak lain, dan tidak
adanya usaha untuk merubah keadaan.

4.     Kemiskinan
Struktural

Kemiskinan struktural adalah bentuk kemiskinan yang
terjadi karena rendahnya akses terhadap sumber daya yang pada umumnya terjadi
pada suatu tatanan sosial budaya ataupun sosial politik yang kurang mendukung
adanya pembebasan kemiskinan. Bentuk kemiskinan seperti ini kadang juga
bersifat diskriminatif dan paling banyak mendapat perhatian di bidang ilmu
sosial terutama di kalangan negara-negara pemberi bantuan seperti Bank Dunia,
IMF (International Monetary Fund),
dan ADB (Asian Development Bank).

            Setelah bentuk kemiskinan, dikenal
juga jenis kemiskinan berdasarkan sifatnya. Adapun kemiskinan berdasarkan
sifatnya adalah :

1.     Kemiskinan
Alamiah

Kemiskinan alamiah adalah kemiskinan yang terbentuk
karena kelangkaan sumber daya alam dan minimnya sarana umum (jalan raya,
listrik, air bersih, dan tanah yang kurang subur). Daerah-daerah dengan
karakteristik tersebut pada umumnya adalah daerah yang belum tersentuh oleh
kebijakan pembangunan yang diselenggarakan oleh pemerintah.

2.     Kemiskinan
Buatan

Kemiskinan
buatan adalah kemiskinan yang terbentuk karena modernisasi atau pembangunan
yang menyebabkan masyarakat tidak diberi kesempatan untuk menguasai sumber
daya, sarana, dan fasilitas ekonomi secara merata. Kemiskinan seperti ini
adalah dampak dari pelaksanaan pembangunan yang umumnya dijalankan di
negara-negara sedang berkembang sebagai akibat dari tekanan oleh negara-negara
maju yang menguasai perekonomian secara dominan.

2.3  Penyebab Kemiskinan di Indonesia

1.     Pendidikan
yang Tidak Berkualitas

Banyak negara-negara di dunia hanya terfokus kepada kuantitas
pendidikan saja. Pembangunan sekolah-sekolah diperbanyak di pelosok negeri,
seperti yang dilakukan oleh Indonesia. Namun, ada hal yang banyak tidak
disadari oleh masyarakat bahwa banyaknya sekolah yang tidak diimbangi dengan
kualitas sekolah itu sendiri justru akan menambah lagi sebuah masalah baru yang
tidak ada habisnya.

 Gedung-gedung
sekolah dibangun namun tidak dilengkapi dengan gedung perpustakaan, kualitas
guru yang memadai, dan kurikulum yang tepat. Sekolah-sekolah di Indonesia hanya
dijadikan sebagai pembuktian janji dari pemerintah. Bukan ajang mencari ilmu
dan menemukan bakat siswa. Hal tersebut merupakan sebuah fakta dan realita yang
ada dalam masyarakat. Kemiskinan merupakan sebuah lingkaran yeng terus
berputar-putar dalam kehidupan masyarakat. Salah satu peluang terbesar untuk
keluar dari kemiskinan itu sendiri adalah pendidikan yang berkualitas.

2.     Lapangan
Kerja yang Tidak Memadai

Mengingat pendidikan yang rendah dan keterampilan
yang kurang mumpuni, masyarakat akan sulit mendapatkan  pekerjaan. Masyarakat yang tidak memperoleh
pendidikan yang layak biasanya akan sangat kesulitan untuk dapat masuk ke dunia
kerja serta menghadapi persaingan yang ketat dan sulit apalagi di era
globalisasi saat ini. Jika masyarakat tidak memiliki pekerjaan maka akan sulit
memenuhi kebutuhan sehari-hari dari sinilah kemiskinan akan berasal.

3.     Jumlah
Penduduk yang Sangat Banyak

Adanya perspektif dalam masyarakat
Indonesia bahwa banyak anak banyak rejeki merupakan sebuah pemikiran yang ambigu
dan tidak dapat dibenarkan. Jika dalam suatu keluarga hanya cukup membiayai
anak sebanyak dua saja namun ternayata keluarga tersebut memiliki tujuh orang
anak. Hal seperti inilah yang dapat membuat keluarga terjerat dalam kemiskinan
karena ketidaksanggupan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

4.     Pernikahan
Usia Dini

Budaya Indonesia yang masih memegang erat adat
istiadat tradisional memang mengharuskan sebagian besar masyarakatnya untuk
melangsungkan pernikahan pada usia muda, hal ini dapat menimbulkan kemiskinan.
Pernikahan di usia dini dapat memberatkan keluarga dari masing-masing pihak, karena
masing-masing dari pasangan yang menikah muda ini masih belum dapat bekerja
dengan tetap dan mapan untuk membangun sebuah keluarga.

5.     Kebudayaan
Dan Etnik

Di kehidupan masyarakat yang umumnya berada di
pedesaan kadang terdapat tradisi yang seharusnya mulai di hilangkan demi
peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Misalnya, pola hidup
konsumtif pada petani dan nelayan ketika panen raya, serta adat istiadat yang
konsumtif saat upacara adat atau keagamaan.

6.     Bencana
Alam

Bencana alam juga merupakan salah satu faktor adanya
kemiskinan. Negara yang sudah mulai melakukan pembangunan akan sangat kesulitan
jika tiba-tiba ada benca alam yang melanda tempat mereka. Kemarau panjang juga
merupakan salah satu bentuk bencana alam yang dapat mmebuat masyarakt mengalami
kesulitan pangan. Apalagi bila masyarakat tidak memiliki kemampuan bertani
untuk beradaptasi sesuai dengan musim.

x

Hi!
I'm Mary!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out